Kenadziran Gelar Musyawarah Proses Ruslag, Dilanjutkan Atau Dibatalkan Kah ?

299

CILEGON (bmppnews.co.id) – Di aula kelurahan Masigit proses Musyawarah yang di selenggarakan oleh kenadziran DKM Masjid At – Taqwa yang beralamat di Jl. S.A Tirtayasa Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang Kota Cilegon, Kamis (16/11/17)

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kota Cilegon KH.M. Sayuti Ali, Ketua MUI kecamatan Jombang KH.Habibi, Ketua KUA Kota Cilegon H. Kholilurohman,  Kemenag Kota Cilegon atau yang di wakili H.Dedi, Lurah Masigit Burhanudin, Wadanramil Kota Cilegon Kapten Inf Maurits, Babinkamtibmas Kelurahan Masigit Bripka Yona Febryansah dan jajaran Intel Polres Cilegon. ParaTokoh Agama, dan juga para Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutannya, Lurah Masigit menyampaikan semoga pertemuan hari ini menghasilkan solusi yang terbaik, karena kami sebagai masyarakat merasa perlu untuk mendapatkan informasi yang jelas dan terang benderang khusus nya dari pihak yang berkompeten ( MUI dan kemenag red ) lalu selanjut nya kami serahkan forum musyawarah ini  di pimpin oleh KH.M.Sayuti Ali sebagai Tokoh Agama dan sekaligus beliau adalah ketua MUI kota Cilegon untuk memimpin musyawarah pada hari ini.

Ketua MUI Kota Cilegon KH.M. Sayuti Ali menuturkan  bahwa saya diundang untuk bersama sama musyawarah.  Karena memang sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk selalu mendampingi masyarakat jika terjadi selisih pendapat. Karena kami sebagai MUI berkewajiban selalu mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat . Termasuk juga informasi yang benar terkait pengertian tentang wakaf. Apalagi saya mendengar sudah ada perbedaan pendapat di dalam masyarakat Saya berharap mari duduk bersama untuk menyamakan pandangan. Karena kami dari MUI dan Kemenag siap untuk membimbing masyarakat. Bahkan KH. M.Sayuti Ali tidak segan segan memberikan Nomer HP nya kepada peserta musyawarah jika ada persoalan persoalan terkait agama tolong jangan segan segan menghubungi saya ujar nya.

Wakaf itu milik allah SWT tetapi Manfaat nya untuk Manusia. Jika kita bermusyawarah demi kepentingan halayak dan kemaslahatan masyarakat maka tinggalkan kepentingan dan juga ego pribadi. Ingat yang kita bahas ini adalah wakaf. Mari bersama sama menyerahkan diri terlebih dahulu kepada allah SWT agar kita semua terhindar dari hawa nafsu membenar kan dan memenangkan diri atau golongan. Jikalau sudah menyerahkan diri kepada Allah, Insya Allah akan diluruskan oleh Allah supaya musyawarah kali ini di ridhoi, Tuturnya.

Lebih lanjut,  kalau sudah wakaf jangan di apa-apakan, wakaf untuk manusia tapi kepemilikannya kepada Allah, Secara etimologi, wakaf berasal dari perkataan Arab “Waqf” yang berarti “al-Habs”. Ia merupakan kata yang berbentuk masdar yang pada dasarnya berarti menahan, berhenti, atau diam. Apabila kata tersebut dihubungkan dengan harta seperti tanah, binatang dan yang lain, ia berarti pembekuan hak milik untuk faedah, dan kemakmuran masjid. Dan kemudian yang berkewajiban mengelola masjid adalah DKM, maka segala sesuatu aktifitas harus seizin dari DKM, Dan juga perlu diketahui nadzir itu di lindungi undang undang dan harus memiliki pengesahan  kepengurusan nadzir selama 5 tahun, Nadzir wakaf adalah orang atau badan hukum yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus harta wakaf sesuai dengan wujud dan tujuan wakaf tersebut. 

Sedangkan menurut undang-undang nomor 41 tahun 2004 pasal 1 ayat (4) tentang wakaf menjelaskan bahwa Nadzir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. seandainya wakaf mau dijual tidak boleh, diwariskan tidak boleh, lalu diapakan ? Tetapi harus  Di ambil manfaatnya untuk kepentingan umat.

Langkah langkah nadzir harus dengan musyawarah mufakat jangan musyawarah deadlock, andaikan deadlock maka kembali kepada Alquran dan sunah rosul jngan berbicara masalah pribadi karna biasanya menuruti nafsu. 

Ketua MUI Kecamatan Jombang KH. Habibi menambah kan bahwa dari dulu tidak pernah ada tanah wakaf di permasalahkan, karena objek tanah tersebut mempunyai nilai tinggi dan karena perbedaan pendapat yang di picu konflik individulah biasa nya timbul nya suatu permasalahan. Tetapi walaupun ada perselisihan jika semua pihak memahami hakekat pengertian dari wakaf itu sendiri insyaallah tidak akan menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan. Apalagi jika sudah sama sama memiliki semangat untuk mencari manfaat. Dan KH.Habibi menambahkan bahwa yang perlu di pahami oleh seluruh masyarakat adalah memahami tujuan awal orang yang mewakafkah berharap wakaf ini menjadi amal jariyah. Karena ada tiga hal yang menolong manusia di alam kubur salah satu nya adalah Amal Jariyah. Jadi mohon kepada seluruh masyarakat jombang kali untuk lebih menahan diri satu sama lain. Mari bersatu untuk memperoleh manfaat dari wakaf ini. Dan perlu di ketahui bahwa kebetulan saya ini asli orang jombang kali juga.

Sedangkan Kemenag Kota Cilegon H.Dedi menyampaikan, Prinsipnya dalam penanganan masalah adalah kepentingan bersama mengenal, memahami, saling membantu, saling menanggung, pemerintah hanya sebagai penengah dan motivator dan semuanya keputusan ada di kenadziran dan juga perlu di ketahui ada 23 tahapan yang harus di tempuh yang di dalam nya nanti dari pihak Kemenag yaitu Badan Wakaf Indonesia yang akan menentukan apakah sudah sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang berlaku. Maka dari itu kami dari pihak kemenag membuka kesempatan kepada siapapun untuk tidak segan segan bertanya dan konseling terkait urusan wakaf. Ucapnya 

anjut H.Dedi, Wakaf dulu orang tahunya kaku dan beku pasalnya dulu tahunya hanya untuk, masjid, kuburan, mushola, pondok pesantren dan sejenisnya saat ini dapat melalui wakaf produktif seperti rusunawa,  ruko bahkan pom bensin asal manfaatnya untuk kemaslahatan umat, 

Dan kalau kita lihat data tanah wakaf di indonesia itu sama dengan lebih luas 4 x dari pada negara singapura. Maka mari kita sama sama membangun asas rasa tanggung jawab terhadap persoalan wakaf ini agar maksimal faedah dan manfaat nya untuk kemakmuran masjid dan kemaslahatan masyarakat. 

Dan saat kami mengkonfirmasi kepada penyelenggara musyawarah kenadziran menyampaikan bahwa pihak nya sudah mengundang seluruh elemen pemerintahan an desa yaitu seluruh Ketua Rukun Warga (RW) dan juga Ketua Rukun Tetangga (RT) . Dan juga saudara saudara kita yang melaporkan permasalahan ini ke pihak kepolisi an . sambil menunjukan tanda terima surat undangan hari ini. Dan ketua kenadziran menambahkan bahwa karena pentingnya musyawarah ini maka semua pihak kami undang karena kami pengurus DKM dan Kenadziran ini bingung dengan hasil rapat sebelumnya yaitu tanggal 3 nofember 2017 di masjid at taqwa. Makanya dalam surat undangan hari ini kami sampaikan perihal nya apakah di lanjut atau di batalkan. jika ada kekeliruan dan kesalahan kami sebagai pengurus kenadziran dan DKM mohon untuk di maafkan dan sekaligus di luruskan. Karena Jika memang harus di batalkan pun kami siap mengikuti segala keputusan hasil musyawarah ini. Karena prinsipnya kami sebagai pengurus DKM dan Kenadziran insyaallah akan selalu mengedepankan hasil musyawarah  masyarakat  dan Tidak akan mempertahankan kepentingan pribadi ataupun golongan saja. Karena kami di tunjuk oleh masyarakat untuk menjadi pengurus maka insyaallah kami pun akan kembalikan segala sesuatu nya kepada masyarakat 

Dan di dalam kesempatan yang berbeda Ketua presidium Ormas PPMC (Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon) Moelyadi Sanusi atau lebih akrap di sapa Cak Moel  mengungkapkan bahwa kami dari PPMC pun di undang dalam acara musyawarah ini  dan musyawarah adalah langkah yang tepat karena telah mengundang para Tokoh, sesepuh dan Alim ulama. Karena memang harus pihak yang berkompeten yang mendudukan permasalahan nya. Jikalau memang saat ini yang saya dengar ada proses yang berlangsung di kepolisian. Biarkan itu menjadi kewenangan petugas kepolisian. Kita harus percaya sepenuhnya kepada lembaga kepolisian yang akan melakukan sesuai dengan tugasnya. Yaitu menjalankan prosesnya secara objectif dan sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Karena produk hukum di jalankan pun untuk mengedapankan nilai manfaat nya dan menghindari mudhorotnya.

Kami sangat mengapresiasi atas kepedulian semua pihak pihak dalam menjaga kemaslahatan kepentingan umat. Mari jaga rasa persatuan dan saling tetap menjunjung tinggi rasa saling menghargai. Apalagi dalam kontek wakaf berarti kontek tanggung jawab bersama bukan hanya satu pihak. Satu golongan apalagi konteks individu. Mari kita ikuti arahan para kyai dan alim ulama.(**)