BMPP Akan Kepung PT. SPIJ Sejak Subuh

212

BMPP – Setelah aksi unjuk rasa (Unras), oleh beberapa Lembaga Masyarakat yang tergabung dalam masyarakat terdampak industri, pada Senin 17/12/18, kembali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banten Monitoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP) akan melakukan aksi unjuk rasa di depan PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ)/Tenaris, Kamis 20 Desember 2018

Sebelumnya aksi Unras pada 17/12/18, yang dikawal oleh pihak kepolisian terhenti, dikarenakan janji management SPIJ yang siap melakukan mediasi pada Selasa ke-esokan harinya, namun mediasi tersebut tidak membuahkan hasil sehingga aksi Unras kembali di gelar,

Rencananya aksi Unras yang digelar sejak hari ini (19/12/18), dilakukan bergantian antar lembaga,seperti Fakta, PPMC, LSM Grogol, BMPP dan beberapa LSM Lainnya, Dan BMPP berencana mengepung PT Tenaris SPIJ sejak subuh (06.00 Wib)

Ditemui Ketua Umum (Ketum) LSM-BMPP, Deni Juweni, Rencana Unras pada esok, tidak jauh berbeda pada akso demo sebelumnya, namun yang membedakan aksi ini peserta aksi akan berangkat dari titik kumpul aksi, yaitu kantor pusat LSM-BMPP, perumahan metro Cilegon pada pukul 05.00 Pagi.

“Kita akan berangkat dari kantor sekitar pukul 05.00 pagi, dengan menggunakan kendaraan mobil, kita akan kepung PT.SPIJ, aksi ini sesuai janji kita pada demo sebelumnya kita akan unjuk rasa pada jam 6 pagi,” katanya

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa kang Jen, menjelaskan, aksi Unras ini disebabkan keberadaannya di kota Cilegon, terutama di lingkungan kecamatan Grogol tidak banyak berkontribusi kepada masyarakat.

“Dalam hal apapun, PT SPIJ tidak banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat, ini terbukti tidak ada itikat baik, setelah lebih dari empat bulan kita melayangkan surate mediasi, namun tidak ada respon, dan harus di demo dulu baru mau mediasi, itupun gagal, sehingga aksi ini berlanjut hingga tuntutan kami, dapat dilakukan,” katanya

Ditempat berbeda, Kordinator aksi Unras, Edi Haryadi, yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Rawa Arum (Hipra) mengungkapkan, keberadaan PT SPIJ dirasa sangat tidak bermanfaat kepada masyarakat di Kota Cilegon, hal tersebut terbukti banyak warga yang berada ring I perusahaan tidak diberikan kesempatan kerja oleh perusahaan.

“sesuai janji kita, bahwa aksi besok kita lakukan sejak pagi, dan masa akan sarapan di depan PT.SPIJ, hal ini karna PT.SPIJ tidak mau mengakomodir keinginan masyarakat,” ujarnya saat memberikan orasi di hadapan massa.

selain itu Edi mengaku minimnya kesempatan kerja yang diberikan perusahaan kepada masyarakat sekitar. Para pengusaha lokal pun terkena dampaknya seperti tidak di berikannya kesempatan peluang usaha di perusahaan.

“Meskipun sudah berdiri sejak lama di Cilegon, para pengusaha lokal yang mempunyai kopetensi pun tidak di berikan kesempatan jadi kami ( masyarakat ) menuntut agar perusahaan di tutup saja,” akunya

Edi mengancam ia bersama massa lainnya akan terus melakukan unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi.

” Kita akan terus demo sampai satu minggu kedepan, jika perlu kita akan mendirikan tenda di depan perusahaan,” tandasnya. (Dewan)