Ketua DPRD Kota Cilegon, Dukung LSM-BMPP Tutup Hiburan Malam

210

BMPP – Ratusan orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) – Banten Monitoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP) Pagi tadi (9/01/19), melakukan aksi unjuk rasa (Unras), Di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Aksi unjuk rasa tersebut, diketahui untuk menuntut tempat hiburan malam, yang berada di wilayah kota Cilegon agar segera ditutup oleh pemerintah kota Cilegon.

Diselah-selah aksi, Ketua Umum (Ketum), LSM-BMPP Mengatakan, Tuntutan Penutupan tersebut, didasari pelanggaran Peraturan Daeran (Perda) penyelenggara hiburan Nomer 2/2003 yang dilakukan oleh penyelenggara hiburan kota Cilegon.

“Banyaknya pelanggaran Perda kota Cilegon nomer 2/2003 tentang penyelenggara hiburan, dimana tempat hiburan malam harus memiliki ijin dari walikota Cilegon, sementara yang ada saat ini ijin nya adalah hotel dan restoran, semetara untuk hiburan yang diperbolehkan untuk fasilitas hotel dan restoran hanya karoke yang tempatnya tidak berupa kamar atau tersekat ,dan sebagian besar tempat hiburan malam jarak dari, tempat ibadah, puskesmas/RSU, sekolah dan industri berbahaya sangat lah dekat, sementara dalam perda seharusnya berjarak 300 meter, belum lagi pelanggaran jam tayang yang melebihi jam 00.00 wib, ditambah pelanggaran Perda nomer 5/2001 tentang larangan penjualan minuman keras, makai menuntut tempat hiburan tersebut segera di tutup,” kata pria yang akrab disapa Kang Jen

Selain itu, Lanjut Kang Jen, Pelanggaran Perda yang dilakukan tempat hiburan malam, sama saja menghina institusi DPRD selaku pembuat Perda, dan sudah semestinya DPRD dan Pemerintah Kota Cilegon, Menutup tempat tersebut.

“Jika pemerintah tidak mau menutup tempat hiburan malam yang telah melanggar Perda dan tidak ada manfaatnya dikota cilegon, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi, bahkan Kamilah yang akan menutup secara paksa, dan malam ini kita akan melakukan swifing jika tempat hiburan tidak mau menutup usahanya” tegasnya

Ketika ditanya persoalan nasib karyawan hiburan, Kang Jen Menjelaskan, pihaknya tidak menutup tempat hiburan jika tidak melanggar aturan, maka patuhi aturan karyawannya akan tetap bekerja.

“Kita hanya menginginkan tempat hiburan mematuhi seluruh isi Perda hiburan dan Perda miras, agar kota Cilegon ini kondusif, kalau mereka (penyelenggara hiburan) dapat mematuhi, kan karyawan tetap bisa bekerja,” katanya

Disela-sela aksi, Ketua DPRD Kota Cilegon, Fakih Usman dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Polpp), Johadi M Sukur, Langsung menemui para pengunjukrasa dan naik diatas mobil orasi dan memberikan pernyataan pendukungan terhadap aksi tersebut.

Dalam pernyataannya Fakih, Memberikan Asprisiasi kepada LSM-BMPP yang telah peduli kepada persoalan sosial yang ada di kota Cilegon, untuk itu pihaknya akan mendukung kegiatan positif yang dilakukan LSM-BMPP.

“DPRD Kota Cilegon, memberikan Asprisiasi kepada LSM-BMPP yang mana telah peduli kepada persoalan sosial yang ada dikota Cilegon, dan saya akan mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan LSM-BMPP,” akunya

Ditempat yang sama, Kasat polpp, Johadi M Sukur, Mengungkapkan hal yang sama, dan pihaknya akan segera menindak tempat hiburan yang telah melanggar Perda.

“Seperti yang dikatakan ketua DPRD, kami selaku penegak perda mendukung aksi yang dilakukan BMPP, dan Polpp akan menindak tempat hiburan yang melanggar Perda, gak perlu BMPP yang melakukan swifing, mulai malam ini kami akan melakukan monitoring terhadap tempat hiburan,” ungkapnya

Sementara aksi Unras yang dikawal pihak kepolisian polres Cilegon, berjalan lancar dan aman hingga aksi dibubarkan sekitar pukul 11.30 Wib, dan selama aksi berlangsung arus lalu-lintas yang melalui depan gedung DPRD kota Cilegon dialihkan sementara.(BP)