Merasa Haknya Akan Direbut, LSM-BMPP Hadang Demo Lapbas Di Molycop

113

BMPP – Ratusan Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Banten Monitoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP), Melakukan aksi penghadangan unjuk rasa dari Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas), di depan PT. Molycop yang berada di kawasan KIEC Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil.

Dalam aksi tersebut, LSM-BMPP sampai di lokasi terlebih dahulu, sempat terjadi negosiasi dari kepolisian masalah lokasi kedua peserta unjuk rasa tersebut, akhirnya disepakati Lapbas berada di pintu masuk pertama sedangkan LSM-BMPP berada di pintu masuk ke dua, yang jarak kedua peserta aksi sangat jauh, dengan pengawalan polisi aksi berjalan damai.

Dari informasi yang didapat, Aksi unjuk rasa yang dilakukan Lapbas dalam rangka menuntut pengelolaan limbah dari perusahan tersebut, sementara itu LSM-BMPP berusaha mempertahankan haknya dimana pengolelolahan limbah PT. Molycop telah bekerjasama dengan LSM-BMPP sejak lama.

Masa dari Lapbas baktinya diterima oleh management PT. Molycop untuk melakukan mediasi, sekitar 1 jam, mediasi berlangsung, tepat pukul 12.30 masa Lapbas membubarkan diri disusul dari LSM-BMPP dengan pengawalan dari kepolisian

Ditemui Ketua Umum (Ketum) LSM-BMPP, Deni Juweni, Aksi dari ratusan anggotanya itu, semata-mata untuk mempertahankan hak, dimana selama ini PT. Molycop telah mengakomodir pengolahan limbah kepada pribumi, yaitu LSM-BMPP kecamatan Citangkil.

“Betul tuntutan Lapbas tidak ada kaitannya dengan kami, melainkan dengan perusahan, namun menjadi terkait, ketika tuntutan itu meminta pengelolaan limbah dimana saat ini masih kontrak dengan anggota BMPP kecamatan Citangkil,” katanya

Saat ditanya solusi agar bisa duduk bareng, Pria yang akrab disapa Kang Jen, Menegaskan pihaknya selalu siap, namun jika kepentingan LSM-BMPP harus terusik pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kan mereka sebelum mereka melakukan aksi bisa bertanya dengan duduk bareng dengan kita, terkait pengolahan limbah tersebut, Nah ini tiba-tiba aksi, kami yang masih memegang kontrak, merasa kepentingan kami terganggu, maka aksi tandingan pun dilakukan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kordinator Aksi yang juga Ketua Satgas LSM-BMPP, Zul Basit menerangkan, jika dalam mediasi yang dilakukan kedua belah pihak, menguntungkan pihak sebelah, pihaknya akan kembali melakukan aksi.

“Kita akan terus pertahankan apa yang sekarang kami kerjakan, jika hak kami dirampas kami LSM-BMPP tidak akan tinggal diam,” terangnya.(BP)