Hadang Jokowi, Prabowo Tawarkan Tiga Opsi Ke SBY

331

SBY menerima kunjungan Prabowo. Foto: tempo.co

(bmppnews) – Satu tiket menuju pemilihan presiden 2019 yang dimiliki kubu Hambalang- koalisi Partai Gerindra bersama PKS, terancam terusik oleh manuver Amien Rais. Anjangsana Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Cikees, kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, untuk membuat garis kesepahaman. Jika gagal, akan Prabowo menyerahkan perahu Gerindra untuk mendorong jagoan Cikeas menghadapi Joko Widodo.

Kepastian akan adanya pertemuan tertutup antara Prabowo dengan SBY disampaikan Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari seperti dikutip detik.com (27/7). Pertemuan tersebut menurut Imelda diinisiasi Prabowo. Dalam konteks politik penggas pertemuan, termasuk koalisi, biasanya berada di posisi sedikit “membungkuk”. Jadi bisa dipastikan Prabowo akan meminta, menawarkan atau bahkan menyerahkan sesuatu yang menyenangkan SBY. Terlebih pertemuan tersebut dilakukan usai DPR menyetujui RUU Pemilu dengan opsi presidential threshold 20 persen kurdi DPR atau 25 persen suara nasional. Kebetulan kedua partai, bersama PKS dan PAN, melakukan aksi walk out saat paripurna persetujuan.

Inilah tiga opsi yang ditawarkan Prabowo kepada SBY:

Pertama, kubu Hambalang dan Cikeas sama-sama mengusung calon. Itu artinya Prabowo meminta agar SBY tidak mengganggu PKS, namun mencari mitra koalis sendiri agar bisa mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pada pertemuan itu Prabowo akan meyakinkan SBY jika antara Gerindra dan PKS yang memiliki 113 dari 112 kursi yang dibutuhkan, sudah ada kesepakatan awal untuk berkoalisi di PIlpres 2019. Sebagai imbalannya, Gerindra akan menutup pintu terhadap PAN sehingga partai besutan Amien Rais itu mau tidak mau harus berlabih ke Cikeas jika memang tidak mungkin lagi mendukung Jokowi. Prabowo juga akan membantu melobi PKB atau PPP agar ikut bergabung ke Cikeas. Sebab jika hanya berkoalisi dengan PAN, gabung jumlah kursi maupun perolehan suara nasional keduanya belum menjadi satu perahu.

SBY sangat mungkin menerima opsi ini mengingat PKS dalam beberapa gelaran pilkada selalu memilih opsi berkoalisi dengan Geridra. Hanya isu yang sangat kuat dan krusial yang bisa merenggangkan hubungan kedua partai saat ini. Prabowo bukan tidak tahu SBY akan kesulitan merayu PKS untuk merapat ke Cikeas. Tetapi di sana ada faktor Amien Rais yang dikenal jago membuat terobosan politik. Prabowo kuatir SBY akan terbawa manuver Amien Rais demi mengegolkan AHY sebagao capres.

Kedua, Prabowo Demokrat bergabung dengan kubu Hambalang dengan jaminan AHY menjadi calon wakil presiden dan calon presiden di pemilu berikutnya. Kesekapatan semacam ini pernah dibuat antara Gerindra dengan PDPI Perjuangan Pilpres 2009 dengan janji PDIP akan mendukung Prabowo sebagai calon presiden di pilpres berikutnya. Namun kemudian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingkari Perjanjian Batu Tulis tanggal 16 Mei 2009, terutama terkait poin ke tujuh. Pada Pilpres 2014 PDIP mengusung Jokowi dan menjadi rival utama Prabowo.

Belajar dari pengalaman itu, SBY kemungkin akan menolak opsi ini. Jangankan berdurasi lima tahun, perjanjian politik jangka pendek pun seringkali diingkari ketika tidak ada lagi faktor kepentingan yang menjadi pengikatnya.

Ketiga, Gerindra mendukung capres yang akan diusung Demokrat dengan syarat memiliki elektabilitas tinggi untuk mengimbangi Jokowi. Opsi ini sangat mungkin diambil dan pastinya disetujui SBY, manakala keduanya sudah sampai pada kesepahaman membangun koalisi dengan satu tujuan: menghadang Jokowi. Artinya, keduanya siap menurunkan ego dan kepentingan politik partai jangka pendek demi satu tujuan bersama.

Opsi ini agar riskan karena memicu persaingan sangat tajam antara Jokowi dengan jagoan Cikeas. Konstelasi politik nasional akan kembali memanas, bahkan sangat mungkin melebihi tensi Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017.

Opsi mana pun yang akan diambil membutuhkan kedua tokoh tersebut, pasti berimbas pada peta perubahan peta politik kekinian. Tentunya kubu Jokowi tidak akan tinggal diam. Untuk membendung terjadinya koalisi Gerindra, PKS, Demokrat dan (sangat mungkin) PAN, Jokowi akan membiarkan salah satu partai pendukungnya merapat ke Cikeas. Dengan tiga calon, bukan saja Jokowi memiliki peluang besar untuk menang, tetapi juga sedikit menurunkan suhu politik. (**)



Sumber : (tempo.co)